Kamis, 18 Juni 2015

Jualan HP





Dijual : HP merk Samsung Galaxy Mega duos
Kelengkapan : lengkap seperti baru
Harga : 2 juta (nego)
Hub. HP: 087860182254








 Dijual : HP merk Iphone 6 Plus
 Barang : Baru
 Harga   : 12.000.000
 Hub.HP : 087860182254










Dijual : HP merk Sony Experia
 Barang : Baru
 Harga : 3.900 000
 Hub.HP : 087860182254



UAS

2.Perbedaan MLM dengan Money Games
Dari segi KeanggotaanMLM :untuk mendaftar sebagai member atau distributor dalam bisnis MLM biasanya relatif kecil (ratusan ribuan). Biasanya Biaya itu hanya sebagai pengganti biaya administrasi seperti website resmi, produk, CD, starterkit, kartu anggota, brosur dll.Money Game :untuk mendaftar sebagai member atau anggota bisnis money game, biasanya uang pendaftarannya akan sangat besar (berjuta-juta) dan tidak mendapatkan apa-apa.Dari segi ProdukProduk yang dijual di bisnis MLM :Untuk produknya Memiliki ijin Depkes, BPOM, MUI, atau memiliki sertifikat yang sah dan Mudah dijual di pasaran karena kualitasnya yang terjamin dan tidak pasaran.Bisnis tetap dapat berjalan walaupun tidak memiliki downline, dengan hanya berjualan produk.Perusahaan MLM akan memberi jaminan terhadap produk yang mereka jual.Perusahaan MLM selalu berinovasi dalam Penelitian dan Pengembangan produk mereka.Produk yang dijual di bisnis Money Game:Produk biasanya sulit sekali dijual bahkan tidak bisa dijual, atau pelakunya sendiri malah enggan untuk memakainya.Keanggotaan lebih penting (rekrut terus tanpa jualan) daripada produk atau dengan kata lain tujuan dari transaksi adalah untuk memperoleh komisi dan member baru bukan produk.Produk kadang hanya fiktif dan kalaupun ada berkualitas rendah atau tidak sesuai dengan nilai uang yang dibayarkan.Sistem yang JelasMLM :Perusahaan MLM yang murni memiliki Success Plan yang jelas ada jenjang karir yang bisa dikejar. Sangat jelas darimana asal keuntungan, level atau peringkat yang bisa dicapai, aturan main, dan kode etik bagi member. Bonus yang diperoleh adalah berdasarkan OMZET penjualan. Ada prinsip keadilan dalam bisnis, dimana downline yang lebih giat dan fokus dalam bekerja bisa memperoleh profit atau peringkat karier lebih tinggi dari upline-nya. Upline pun punya kepentingan dengan downline, dimana dia juga harus membantu perkembangan jaringan downlinenya agar jenjang karirnya terus naik.Money Game :Sementara pada bisnis Money game, berlaku sistem piramid, dimana upline pasti dapat untung lebih besar. Bonus yang diperoleh adalah berasal dari Biaya Pendaftaran para member barunya.Surat IjinMLM :Perusahaan MLM dilengkapi dengan perijinan resmi dan lengkap seperti Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL).Money Game :Biasanya tidak memiliki / bahkan tidak bisa memiliki Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL).Training dan Support SystemMLM :Perusahaan MLM akan memberikan pelatihan-pelatihan mengenai produk mereka, keahlian yang diperlukan dalam memasarkan produknya, leadership, marketing, pengembangan diri, dll. Perusahaan juga menyediakan support system yang siap membantu perkembangan bisnis untuk para anggotanya yang mengalami kendala.Money Game :Pada perusahaan Money Game biasanya menggunakan akan model pelatihan motivasi untuk ‘cuci otak’ agar mereka jadi loyal. Bahkan ada yang sama sekali tidak memiliki sistem pelatihan maupun support system.Bagaimana sekarang apakah Anda sudah bisa membedakan MLM dengan Money Game? Agar anda tidak tertipu dengan Money Game yang berkedok MLM. Ada baiknya Anda mencermati terlebih dahulu bisnis itu baik atau tidak untuk Anda kedepannya. Tanpa harus mengalami kekecewaan atau mengecewakan orang lain. Jika anda ingin berkarir di bisnis MLM yang wajib anda tanyakan adalah apakah perusahaan tersebut mempunyai SIUPL?

3 . Perbedaan E-Commerce dengan Retail Konvensional
 Eceran atau disebut pula ritel (bahasa Inggris: retail) adalah salah satu cara pemasaran produk meliputi semua aktivitas yang melibatkan penjualan barang secara langsung ke konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis. Organisasi ataupun seseorang yang menjalankan bisnis ini disebut pula sebagai pengecer. Pada prakteknya pengecer melakukan pembelian barang ataupun produk dalam jumlah besar dari produsen, ataupun pengimport baik secara langsung ataupun melalui grosir, untuk kemudian dijual kembali dalam jumlah kecil.Sedangkan E-commerce atau Perdagangan elektronik adalah pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, website, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.Kita ketahui bahwa barang yang kita gunakan sekarang berawal dari pabrik melewati berbagai kompenen distribusi mulai dari Distributor besar kemudian Distributor Kecil kemudian Sales Executive kemudian Toko Besar kemudian Toko Kecil/ Grosir kemudian Pengecer/Retail/ Toko Kecil djual ke Konsumen. Tidak berhenti di situ saja jangan dilupakan bahwa selama proses distribusi ada biaya-biaya seperti biaya gaji, biaya listrik, biaya transpotrasi dll  kemudian ditambah dengan biaya iklan ( bayar agent iklan, bayar artis/ talent ) karena untuk mempromosikan barang.Rata-rata nilai barang  yang kita beli biasanya mengalami mark up sekitar 20-80% tergantung faktor-faktor pendukungnya selama proses distribusi berjalan.E-commerce memangkas proses distribusi yang tidak diperlukan dan memberikan keuntungan lebih bagi kedua belah pihak baik produsen maupun konsumen  seperti menghindari terjadinya markup harga, menjadikan proses pembelanjaan lebih efisien bagi konsumen, menghapus biaya-biaya yang tidak diperlukan dan mengalihkannya untuk menciptakan pelayanan yang lebih baik.

Kamis, 14 Mei 2015

Tugas E-Commerce & MLM

Tugas E-Commerce & MLM

Nama             : I Putu Gede Agus Wiraguna 
NIM               : 12110111057 
Kelas              : MPB
Alamat Blog  : http://putuaguswiraguna.blogspot.com/


2.Sejarah lahirnya e-commerce di Amerika, dan di Indonesia :         E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994, pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan disuatu halaman-web (website). Menurut laporan lain pada bulan oktober 2006 yang lalu,             pendapatan ritel online di Amerika Serikat diramalkan akan mencpai seperempar triliyun dolar US pada tahun 2011. Istilah “perdagangan elektronik” telah berubah sejalan dengan waktu. Awalnya, perdagangan elektronik berate pemanfaatan transaksi komersial, seperti pengunaan  EDI untuk mengirim dokumen komersial seperti pesanan pembelian atau invoice secara elektronik. Kemudian dia berkembang menjadi suatu aktifitas yang mempunyai istilah yang lebih tepat “perdagangan web” atau pembelian barang dan jasa melalui world wide web melalui server aman (https), protocol server khusus yang menggunakan enkripsi untuk merahasiakan data penting pelanggan. Pada awalnya, ketika web mulai terkenal di masyarakat pada tahun 1994, banyak jurnalis memperkirakan bahwa e-commerce akan menjadi sebuah sektor ekonomi baru. Namun, baru sekitar empat tahun kemudian protocol aman seperti https memasuki tahap matang dan banyak digunakan. Antara 1998 dan 2000, banyak bisnis AS dan Eropa mengembangkan situs web perdagangan ini.
            Perkembangan e-commerce di Indonesia            Di Indonesia, sistem e-commerce ini kurang popular, karena banyak pengguna internet yang masih meragukan keamanan sistem ini, dan kurangnya pengetahuan mereka mengenai apa itu e-commerce yang sebenarnya. Sehingga sampai saat ini web resmi yang telahmenyelenggarakan e-commerce di Indonesia adalah RisTI Shop. RisTi yaitu definisi riset dan teknologi informasi milik PT. Telkom, menyediakan informasi produk peralatan telekomunikasi dan non telekomunikasi. Web ini juga telah mendukung proses transaksi secara online.            E-commerce sendiri berasal dari layanan EDI (elektronik data interchange), layanan EDI ini telah berkembang sedemikian pesatnya di negara – Negara yang mempunyai jaringan computer dan telepon. Jika sebelumnya kita telah menggunakan media elektronik seperti telepon, fax, hingga hanphone untuk melakukan perniagaan atau perdagangan, sekarang ini, kita dapat menggunakan internet untuk melakukan perniagaan yaitu e-commerce.            Perkembangan e-commerce di Indonesia sendiri telah ada sejak tahun 1996, dengan berdirinya dyviacom intrabumi atau Dnet (www.dnet.net.id) sebagai perintis transaksi online. Wahana transaksi berupa mall online yang disebut D-Mall (diakses lewat Dnet) ini telah menampung sekitar 33 toko online. Kehadiran e-commerce sebagai media transaksi baru ini tentunya menguntungkan banyak pihak, baik pihak konsumen maupun ppihak produsen dan penjual (retailer). Dengan menggunakan internet proses perniagaan dapat dilakukan dengan menghemat biaya dan waktu.
3.E-Commerce terdiri atas beberapa jenis, yaitu sebagai berikut :
1.Collaborative Commerce (C-Commerce)Kerjasama secara elektronik antara rekan bisnis. Kerja sama ini biasanya terjadi antara rekan bisnis yang berada pada jalur penyediaan barang (supply Chain).2.Business-to-Consumers (B2C)Penjual adalah suatu organisasi dan pembeli adalah individu.
3. Consumer-to-Business (C2B)Pada jenis ini, konsumen memberitahukan barang atau layanan yang dibutuhkannya, dan selanjutnya organisasi-organisasi bersaing untuk menyediakan barang atau layanan tersebut kepada konsumen.
4. Consumer-to-consumerPenjualan barang atau layanan antara individu.
5. Intrabusiness(Intraorganizational)CommercePada jenis ini, organisasi menggunakan E-Commerce untuk meningkatkan kegiatan operasi organisasinya. Hal ini dikenal juga dengan sebutan Businessto- Employee (B2E).
6. Government-to-Citizens (G2C) and to othersPemerintah menyediakan layanan kepada masyarakat melalui teknologi ECommerce. Pemerintah juga dapat melakukan bisnis dengan pemerintah lain (Government-to-Government / G2G) demikian juga dengan organisasi lain (Government-to-Business / G2B).
7. Mobile Commerce (m-Commerce)E-Commerce yang dilaksanakan pada lingkungan tanpa kabel (wireless environment), seperti menggunakan telepon seluler untuk akses internet.4.Efisiensi dan Efektifitas bisnis menggunakan E-CommerceAda beberapa keuntungan yang diperoleh dari kegiatan ini, baik dari pihak pengelola bisnis,konsumen, dan manajemen bisnisnya.
Keuntungan Bagi pengelola bisnis:1.      Perusahaan dapat menjangkau pelanggan2.      Efisiensi, tanpa kesalahan dan tepat waktuKeuntungan Bagi Konsumen:1.      Efisiensi waktu, tidak harus ke tempat penjualan barang.
2.      Harganya murah3.      Banyak pilihan barang yang ditawarkan.Keuntungan bagi manajemen bisnisnya:1.      Peningkatan pendapatan dan loyalitas pelanggan

Dari keuntungan yang sudah saya jelaskan diatas, ada kelebihan lain dari berbisnis menggunakan cara E-commerce ini, yaitu:1.      Otomatisasi, menggantikan cara manual2.      Integrasi, meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses3.      Publikasi, memberikan jasa promosi dan komunikasi atas produk dan jasa yang dipasarkan4.      Interaksi, pertukaran data/informasi antar berbagai pihak yang akan meminimalkan “human error”5.      Transaksi, kesepakatan antara 2 belah pihak untuk melakukan transaksi

5.Potensi dan peluang usaha/bisnis di Indonesia yang dapat di kembangkan melalui E-CommerceMelihat industri bisnis teknologi internet e-commerce yang gencar dikembangkan oleh asing berarti ini menunjukkan trend yang positif untuk kemajuan bisnis e-commerce Indonesia untuk masa yang akan datang. Bisnis e-commerce bukan hanya berkembang di Indonesia saja, tapi di wilayah negara-negara Eropa dan Amerika sudah lebih dulu mengembangkan bisnis e-commerce.Potensi bisnis e-commerce didukung juga dengan jumlah konsumen yang banyak di Indonesia. Maka akan sangat menguntungkan sekali  jika bisnis e-commerce dikembangkan di Indonesia. Jika asing saja sudah berani mengembangkan bisnis e-commerce di Indonesia berarti jika bisnis ini dikembangkan maka akan bisa menjadi maju dan menguntungkan.Sehingga tidak ada salahnya jika pemain-pemain lokal juga masuk kedalam bisnis e-commerce. Meskipun sudah banyak yang bermain di bisnis e-commerce, jangan takut untuk mengembangkannya, karena persaingan yang sehat akan menyebabkan inovasi yang usaha menjadi lebih baik lagi.Perkembangan bisnis e-commerce yang baik di Indonesia juga diakui oleh banyak negara dan investor didunia. Berdasarkan informasi di situs Hub.id, narasumber China mengatakan bahwa bisnis e-commerce Indonesia kondisinya hampir sama dengan kondisi bisnis internet China di masa 5 tahun yang lalu. Sehingga besar kemungkinan bahwa untuk 5 tahun yang akan datang e-commerce Indonesia bisa menyamai China.