Tugas E-Commerce & MLM
Nama : I Putu Gede Agus Wiraguna
NIM : 12110111057
Kelas : MPB
Alamat Blog : http://putuaguswiraguna.blogspot.com/
2.Sejarah lahirnya e-commerce
di Amerika, dan di Indonesia : E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994,
pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan
periklanan disuatu halaman-web (website). Menurut laporan lain pada bulan
oktober 2006 yang lalu, pendapatan
ritel online di Amerika Serikat diramalkan akan mencpai seperempar triliyun
dolar US pada tahun 2011. Istilah “perdagangan elektronik” telah berubah
sejalan dengan waktu. Awalnya, perdagangan elektronik berate pemanfaatan
transaksi komersial, seperti pengunaan
EDI untuk mengirim dokumen komersial seperti pesanan pembelian atau invoice secara elektronik. Kemudian dia
berkembang menjadi suatu aktifitas yang mempunyai istilah yang lebih tepat
“perdagangan web” atau pembelian barang dan jasa melalui world wide web melalui
server aman (https), protocol server khusus yang menggunakan enkripsi untuk
merahasiakan data penting pelanggan. Pada awalnya, ketika web mulai terkenal di
masyarakat pada tahun 1994, banyak jurnalis memperkirakan bahwa e-commerce akan
menjadi sebuah sektor ekonomi baru. Namun, baru sekitar empat tahun kemudian
protocol aman seperti https memasuki tahap matang dan banyak digunakan. Antara
1998 dan 2000, banyak bisnis AS dan Eropa mengembangkan situs web perdagangan
ini.
Perkembangan e-commerce di Indonesia Di
Indonesia, sistem e-commerce ini kurang popular, karena banyak pengguna
internet yang masih meragukan keamanan sistem ini, dan kurangnya pengetahuan
mereka mengenai apa itu e-commerce yang sebenarnya. Sehingga sampai saat ini
web resmi yang telahmenyelenggarakan e-commerce di Indonesia adalah RisTI
Shop. RisTi yaitu definisi riset dan teknologi informasi milik PT. Telkom,
menyediakan informasi produk peralatan telekomunikasi dan non telekomunikasi.
Web ini juga telah mendukung proses transaksi secara online. E-commerce
sendiri berasal dari layanan EDI (elektronik data interchange), layanan EDI ini
telah berkembang sedemikian pesatnya di negara – Negara yang mempunyai jaringan
computer dan telepon. Jika sebelumnya kita telah menggunakan media elektronik
seperti telepon, fax, hingga hanphone untuk melakukan perniagaan atau
perdagangan, sekarang ini, kita dapat menggunakan internet untuk melakukan
perniagaan yaitu e-commerce. Perkembangan
e-commerce di Indonesia sendiri telah ada sejak tahun 1996, dengan berdirinya
dyviacom intrabumi atau Dnet (www.dnet.net.id) sebagai
perintis transaksi online. Wahana transaksi berupa mall online yang disebut
D-Mall (diakses lewat Dnet) ini telah menampung sekitar 33 toko online.
Kehadiran e-commerce sebagai media transaksi baru ini tentunya menguntungkan
banyak pihak, baik pihak konsumen maupun ppihak produsen dan penjual
(retailer). Dengan menggunakan internet proses perniagaan dapat dilakukan
dengan menghemat biaya dan waktu.
3.E-Commerce terdiri atas
beberapa jenis, yaitu sebagai berikut :
1.Collaborative Commerce (C-Commerce)Kerjasama secara elektronik antara rekan bisnis. Kerja sama ini biasanya
terjadi antara rekan bisnis yang berada pada jalur penyediaan barang (supply
Chain).2.Business-to-Consumers (B2C)Penjual adalah suatu organisasi dan pembeli adalah individu.
3. Consumer-to-Business (C2B)Pada jenis ini, konsumen memberitahukan barang atau layanan yang dibutuhkannya,
dan selanjutnya organisasi-organisasi bersaing untuk menyediakan barang atau
layanan tersebut kepada konsumen.
4. Consumer-to-consumerPenjualan barang atau layanan antara individu.
5. Intrabusiness(Intraorganizational)CommercePada jenis ini, organisasi menggunakan E-Commerce untuk meningkatkan kegiatan
operasi organisasinya. Hal ini dikenal juga dengan sebutan Businessto- Employee
(B2E).
6. Government-to-Citizens (G2C) and to othersPemerintah menyediakan layanan kepada masyarakat melalui teknologi ECommerce.
Pemerintah juga dapat melakukan bisnis dengan pemerintah lain
(Government-to-Government / G2G) demikian juga dengan organisasi lain
(Government-to-Business / G2B).
7. Mobile Commerce (m-Commerce)E-Commerce yang dilaksanakan pada lingkungan tanpa kabel (wireless
environment), seperti menggunakan telepon seluler untuk akses internet.4.Efisiensi
dan Efektifitas bisnis menggunakan E-CommerceAda beberapa keuntungan yang diperoleh dari kegiatan
ini, baik dari pihak pengelola bisnis,konsumen, dan manajemen bisnisnya.
Keuntungan Bagi pengelola bisnis:1.
Perusahaan dapat menjangkau pelanggan2.
Efisiensi, tanpa kesalahan dan tepat waktuKeuntungan Bagi Konsumen:1.
Efisiensi waktu, tidak harus ke tempat penjualan barang.
2.
Harganya murah3.
Banyak pilihan barang yang ditawarkan.Keuntungan bagi manajemen bisnisnya:1.
Peningkatan pendapatan dan loyalitas pelanggan
Dari keuntungan yang sudah saya jelaskan diatas, ada
kelebihan lain dari berbisnis menggunakan cara E-commerce ini, yaitu:1.
Otomatisasi, menggantikan cara manual2.
Integrasi, meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses3.
Publikasi, memberikan jasa promosi dan komunikasi atas produk dan jasa yang
dipasarkan4.
Interaksi, pertukaran data/informasi antar berbagai pihak yang akan
meminimalkan “human error”5.
Transaksi, kesepakatan antara 2 belah pihak untuk melakukan transaksi
5.Potensi dan peluang usaha/bisnis di Indonesia
yang dapat di kembangkan melalui E-CommerceMelihat industri
bisnis teknologi internet e-commerce yang gencar dikembangkan oleh asing
berarti ini menunjukkan trend yang positif untuk kemajuan bisnis e-commerce
Indonesia untuk masa yang akan datang. Bisnis e-commerce bukan hanya berkembang
di Indonesia saja, tapi di wilayah negara-negara Eropa dan Amerika sudah lebih
dulu mengembangkan bisnis e-commerce.Potensi bisnis
e-commerce didukung juga dengan jumlah konsumen yang banyak di Indonesia. Maka
akan sangat menguntungkan sekali jika bisnis e-commerce dikembangkan di
Indonesia. Jika asing saja sudah berani mengembangkan bisnis e-commerce di
Indonesia berarti jika bisnis ini dikembangkan maka akan bisa menjadi maju dan
menguntungkan.Sehingga tidak ada
salahnya jika pemain-pemain lokal juga masuk kedalam bisnis e-commerce.
Meskipun sudah banyak yang bermain di bisnis e-commerce, jangan takut untuk
mengembangkannya, karena persaingan yang sehat akan menyebabkan inovasi yang
usaha menjadi lebih baik lagi.Perkembangan
bisnis e-commerce yang baik di Indonesia juga diakui oleh banyak negara dan
investor didunia. Berdasarkan informasi di situs Hub.id, narasumber China mengatakan bahwa
bisnis e-commerce Indonesia kondisinya hampir sama dengan kondisi bisnis
internet China di masa 5 tahun yang lalu. Sehingga besar kemungkinan bahwa
untuk 5 tahun yang akan datang e-commerce Indonesia bisa menyamai China.