2.Perbedaan MLM dengan Money Games
Dari segi KeanggotaanMLM :untuk mendaftar sebagai member atau distributor dalam bisnis MLM biasanya relatif kecil (ratusan ribuan). Biasanya Biaya itu hanya sebagai pengganti biaya administrasi seperti website resmi, produk, CD, starterkit, kartu anggota, brosur dll.Money Game :untuk mendaftar sebagai member atau anggota bisnis money game, biasanya uang pendaftarannya akan sangat besar (berjuta-juta) dan tidak mendapatkan apa-apa.Dari segi ProdukProduk yang dijual di bisnis MLM :Untuk produknya Memiliki ijin Depkes, BPOM, MUI, atau memiliki sertifikat yang sah dan Mudah dijual di pasaran karena kualitasnya yang terjamin dan tidak pasaran.Bisnis tetap dapat berjalan walaupun tidak memiliki downline, dengan hanya berjualan produk.Perusahaan MLM akan memberi jaminan terhadap produk yang mereka jual.Perusahaan MLM selalu berinovasi dalam Penelitian dan Pengembangan produk mereka.Produk yang dijual di bisnis Money Game:Produk biasanya sulit sekali dijual bahkan tidak bisa dijual, atau pelakunya sendiri malah enggan untuk memakainya.Keanggotaan lebih penting (rekrut terus tanpa jualan) daripada produk atau dengan kata lain tujuan dari transaksi adalah untuk memperoleh komisi dan member baru bukan produk.Produk kadang hanya fiktif dan kalaupun ada berkualitas rendah atau tidak sesuai dengan nilai uang yang dibayarkan.Sistem yang JelasMLM :Perusahaan MLM yang murni memiliki Success Plan yang jelas ada jenjang karir yang bisa dikejar. Sangat jelas darimana asal keuntungan, level atau peringkat yang bisa dicapai, aturan main, dan kode etik bagi member. Bonus yang diperoleh adalah berdasarkan OMZET penjualan. Ada prinsip keadilan dalam bisnis, dimana downline yang lebih giat dan fokus dalam bekerja bisa memperoleh profit atau peringkat karier lebih tinggi dari upline-nya. Upline pun punya kepentingan dengan downline, dimana dia juga harus membantu perkembangan jaringan downlinenya agar jenjang karirnya terus naik.Money Game :Sementara pada bisnis Money game, berlaku sistem piramid, dimana upline pasti dapat untung lebih besar. Bonus yang diperoleh adalah berasal dari Biaya Pendaftaran para member barunya.Surat IjinMLM :Perusahaan MLM dilengkapi dengan perijinan resmi dan lengkap seperti Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL).Money Game :Biasanya tidak memiliki / bahkan tidak bisa memiliki Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL).Training dan Support SystemMLM :Perusahaan MLM akan memberikan pelatihan-pelatihan mengenai produk mereka, keahlian yang diperlukan dalam memasarkan produknya, leadership, marketing, pengembangan diri, dll. Perusahaan juga menyediakan support system yang siap membantu perkembangan bisnis untuk para anggotanya yang mengalami kendala.Money Game :Pada perusahaan Money Game biasanya menggunakan akan model pelatihan motivasi untuk ‘cuci otak’ agar mereka jadi loyal. Bahkan ada yang sama sekali tidak memiliki sistem pelatihan maupun support system.Bagaimana sekarang apakah Anda sudah bisa membedakan MLM dengan Money Game? Agar anda tidak tertipu dengan Money Game yang berkedok MLM. Ada baiknya Anda mencermati terlebih dahulu bisnis itu baik atau tidak untuk Anda kedepannya. Tanpa harus mengalami kekecewaan atau mengecewakan orang lain. Jika anda ingin berkarir di bisnis MLM yang wajib anda tanyakan adalah apakah perusahaan tersebut mempunyai SIUPL?
3 . Perbedaan E-Commerce dengan Retail Konvensional
Eceran atau disebut pula ritel (bahasa Inggris: retail) adalah salah satu cara pemasaran produk meliputi semua aktivitas yang melibatkan penjualan barang secara langsung ke konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis. Organisasi ataupun seseorang yang menjalankan bisnis ini disebut pula sebagai pengecer. Pada prakteknya pengecer melakukan pembelian barang ataupun produk dalam jumlah besar dari produsen, ataupun pengimport baik secara langsung ataupun melalui grosir, untuk kemudian dijual kembali dalam jumlah kecil.Sedangkan E-commerce atau Perdagangan elektronik adalah pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, website, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.Kita ketahui bahwa barang yang kita gunakan sekarang berawal dari pabrik melewati berbagai kompenen distribusi mulai dari Distributor besar kemudian Distributor Kecil kemudian Sales Executive kemudian Toko Besar kemudian Toko Kecil/ Grosir kemudian Pengecer/Retail/ Toko Kecil djual ke Konsumen. Tidak berhenti di situ saja jangan dilupakan bahwa selama proses distribusi ada biaya-biaya seperti biaya gaji, biaya listrik, biaya transpotrasi dll kemudian ditambah dengan biaya iklan ( bayar agent iklan, bayar artis/ talent ) karena untuk mempromosikan barang.Rata-rata nilai barang yang kita beli biasanya mengalami mark up sekitar 20-80% tergantung faktor-faktor pendukungnya selama proses distribusi berjalan.E-commerce memangkas proses distribusi yang tidak diperlukan dan memberikan keuntungan lebih bagi kedua belah pihak baik produsen maupun konsumen seperti menghindari terjadinya markup harga, menjadikan proses pembelanjaan lebih efisien bagi konsumen, menghapus biaya-biaya yang tidak diperlukan dan mengalihkannya untuk menciptakan pelayanan yang lebih baik.